Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Sehat dan Sejahtera dengan Madu High Desert

Jadi Pemenang Testimoni Royale Whitening Toothpaste HD

Alhamdulillaah… jadi pemenang di Kontes Testimoni Royale Whitening Tootpaste, produk pasta gigi High Desert yang baru diluncurkan. Awalnya ikut mengirim testimoni hanya sekedar ingin berbagi saja tentang dahsyatnya produk pasta gigi satu ini, namun ternyata nama kami ada di official web HD, Daftar Pemenang Testimoni Royale Whitening High Desert. Silahkan berkunjung ke www.hd.co.id, lalu klik di bagian kanan bawah yang bertuliskan Pemenag Testimoni Royale Whitening Toothpaste. Bisa juga langsung meluncur ke: http://www.hd.co.id/pemenang-testimoni-royale-whitening-toothpaste.html

Nama kami ada di nomor urut 15. Berikut adalah screen shoot-nya.

Tags: , ,

No comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Kista Ovarium

Biasanya, kista ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG.
Seorang Ibu begitu panik mendengar diagnosis dokter bahwa ia menderita neoplasma ovarium kistik. Apa itu? dr. Otamar Syamsudin, Sp.Og menjelaskan, di dalam organ wanita ada organ produksi yang disebut rahim, yang memiliki saluran tube fallopian. Di dalam rahim terdapat indung telur yang disebut ovarium. Aneka tumor yang terdapat di rahim disebut miom, sedangkan tumor yang berada di indung telur disebut kista.
“Tumor merupakan suatu benjolan, bisa berupa tumor padat, bisa berupa cairan, disebut kistik. Kistik bentuknya beragam, ada yang bening, ada yang kuning seperti minyak (mentega), dan cokelat,” ungkap dokter Obstetri dan Ginekologi Rs. Asri Duren Tiga ini.
Kista ovarium merupakan kumpulan cairan pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium. Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari kista. Dengan deteksi dini, lewat papsmears setahun sekali, dan juga USG, kita dapat melihat kemungkinan adanya kelainan pada organ produksi wanita.

Tidak Menimbulkan Gejala
Sebagian besar wanita tidak menyadari bila dirinya menderita kista. Kista biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG sangat berperan dalam menentukan langkah penatalaksanaan kista ovarium. Dengan USG dapat dilihat besarnya kista, bentuk kista, isi dari kista, dan sebagainya.
Kista tak menimbulkan gejala, namun perlu diwaspadai bila ada keluhan rasa nyeri pada perut bagian bawah dan pinggul. Rasa nyeri ini timbul akibat dari pecahnya dinding kista, pembesaran kista yang terlampau cepat sehingga organ disekitarnya menjadi teregang, pendarahan yang terjadi di dalam kista, dan tangkai kista yang terpelintir.
Kista tidak perlu dikhawatirkan bila tidak menjadi ganas. Selama kondisi jinak, kista bisa diobati secara operasi, kemoterapi, atau dengan obat-obatan. Dokter Otamar mengungkapkan, bentuk cairan kista beragam, yang jinak berupa cairan bening, disebut serus. Kista yang seperti minyak disebut mosh, sementara cairan kista yang seperti mentega, tersusun tulang, jaringan abnormal tubuh seperti rambut, tulang dan gigi. Kista jenis ini disebut dengan kista dermoid. Bila kista menjadi ganas, jangan sampai cairannya tumpah, kalau tumpah akan menyebar.

Bisa Hamil?
Ketika muncul diagnosis ada kista ovarium, apa mungkin penyakit ini bisa disembuhkan, segawat apa penyakitnya, bisa mendapatkan keturunan atau tidak, dan mungkin aneka pikiran atas penyakit tersebut, begitulah aneka tanya menggelayut. Jika dokter mendiagnosis demikian, tak perlu panik. Saat ini teknologi medis berkembang sangat pesat sehingga hal tersebut dapat ditangani tanpa mengganggu fungsi reproduksi.
“Kita lihat dulu, ganas atau jinak, dan lihat juga ukurannya? Kista ada yang berukuran dua cm sampai sebesar perut. Bukan berarti yang besar itu ganas, belum tentu. Penderita kista ringan bisa punya anak dengan terapi kista ovarium,” ungkap dr. Otamar. Menurutnya, kalau hanya satu indung telur yang terkena kista dan satu lagi tidak maka selalu ada kemungkinan untuk bisa hamil. Kista tidak selalu otomatis mengganggu kehamilan, tergantung jenis dan besarnya.
Ada jenis kista yang bisa membesar seiring usia kehamilan. Kista jenis ini kadang mengganggu kehamilan karena menyebabkan keguguran. Sementara yang statis atau tidak membesar disebut mesinonum (serosum). Alhasil, faktor kesehatan ibu dan janin tidak akan terganggu kecuali ada kista jenis ganas di rahim ibu.

Pengobatan Kista Ovarium
Pengobatan kista ovarium tergantung dari jenis dan ganas atau jinak kista itu. Jika kista berjenis “lutein”, tidak perlu diobati. Biasanya kista jenis ini hilang sendiri setelah menstruasi. Meskipun ada di antaranya yang pecah, namun tidak akan menimbulkan gejala yang berarti. Kista jenis ini termasuk jinak dan tidak memerlukan penanganan medis.
Jika memang kista ovarium tumbuh membesar dan menimbulkan keluhan akibat dari peregangan organ sekitar kista, perlu dipertimbangkan untuk melakukan operasi pengangkatan kista. Pengobatan dapat diangkat dengan cara operasi, baik secara laparoskopi (dengan alat teropong ringan dan tipis dimasukkan melalui pembedahan kecil di bawah pusar. Dokter dapat melihat ovarium, menghisap cairan dari kista), maupun dengan operasi laparotomi (membuka perut seperti operasi cesar).
Kadang kista dapat diangkat tanpa mengangkat indung telur, tindakan ini disebut kistektomi. Jika diangkat seluruh indung telurnya (karena rusak akibat pembesaran kista), tindakan ini disebut ophorektomi atau ovarektomi. Tindakan lanjut seperti kemoterapi, terapi, atau tidak sama sekali dapat dilihat setelah operasi. Kista yang ganas (kanker) setelah pembedahan biasanya diberikan pengobatan kimia (kemoterapi). Penentuan keganasan tetap harus berdasarkan pemeriksaan patologi (PA).

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya.
Jenis kista ovarium beragam, yakni :
1. Kista Fungsional.
Ini merupakan jenis kista ovarium yang paling banyak ditemukan. Asalnya dari sel telur dan korpus luteum.

Dua jenis kista yang dikenal, di antaranya :
a. Kista Folikel
Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada saat ovulasi bilamana ada rangsangan LH (Luteinizing Hormone). Pengeluaran hormon ini diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana semua berjalan lancar, sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalanan ke saluran telur (tuba falloppi) untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah atau melepas sel telur, dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid.
b. Kista Lutein
Kista yang terjadi karena lonjakan LH dan pelepasan sel telur, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian bereaksi terhadap LH dengan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut korpus luteum. Kista ini biasanya hilang sendiri setelah menstruasi. Kedua jenis kista ini biasanya tidak menimbulkan gejala. Biasanya akan hilang dalam 6-8 minggu.

2. Kista Endometriosis
Kista yang berbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista cokelat endometriosis karena berisi darah cokelat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama. Kista endometriosis sering dikaitkan dengan masalah sulit punya anak kalau terjadi perlengketan. Ini akan sakit saat menstruasi kalau kista menempel dan menggantung.

3. Polikistik Ovarium
Ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi, sehingga sering menimbulkan masalah kemandulan (infertilitas).

Sumber; majalah Paras, edisi 78, April 2010

Produk High Desert yang Dapat Membantu Mempercepat Penyembuhan Kista
Lalu produk HD apa yang dapat membantu penderita kista, selain kita berobat secara medis? Produk HD yang dapat membantu mengatasi kista adalah Bee Propolis, Royal Jelly Liquid, Clover Honey dan Pollenergy. Fungsi produk ini bekerja secara sinergis dalam menghambat pembesaran kista, menyerap cairan kista, memperbaiki sistem hormon pada hipotalamus, hipofise, dan indung telur, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Tags: , ,

13 Comments
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

“Mitos” Tentang Yoghurt

Baru-baru ini di Jepang, berbagai macam yoghurt, seperti “Yoghurt Laut Kaspia” dan “Yoghurt Aloe”, menjadi sangat populer karena memiliki keuntungan-keuntungan kesehatan yang dipromosikan secara luas. Namun, dr Hiromi Shinya MD, penulis buku “The Miracle of Enzyme” yakin bahwa semua ini adalah gambaran yang salah.
Yang sering dia dengar dari orang-orang yang mengonsumsi yoghurt adalah bahwa kondisi pencernaan mereka membaik, mereka tidak lagi mengalami konstipasi, atau pinggang mereka mengecil. Dan mereka percaya bahwa semua hasil ini berkat laktobasilus yang terdapat dalam setiap yoghurt.

Namun, kepercayaan akan keuntungan-keuntungan laktobasilus ini sejak awalnya saja sudah dipertanyakan. Aslinya, laktobasilus terdapat di dalam usus manusia. Bakteri ini disebut “bakteri yang bermukim dalam usus”. Tubuh manusia memiliki suatu sistem pertahanan melawan bakteri dan virus yang datang dari luar, jadi bahkan bakteri-bakteri yang biasanya baik untuk tubuh Anda, seperti laktobasilus, akan diserang dan dihancurkan oleh pertahanan alami tubuh jika mereka bukan bakteri yang bermukim dalam usus.
Garis pertahanan terdepan adalah asam lambung. Saat laktobasilus dari yoghurt memasuki lambung, sebagian besar dari mereka dimatikan oleh asam lambung. Oleh sebab itulah, baru-baru ini dilakukan perbaikan dan yoghurt pun dipasarkan dengan slogan “laktobasilus yang berhasil mencapai usus Anda”.
Namun, bahkan jika bakteri itu mencapai usus, apakan memang mungkin mereka dapat bekerja sama dengan bakteri-bakteri yang bermukim dalam usus?
Alasan mempertanyakan klaim mengenai yoghurt ini adalah karena dalam konteks klinis, karakteristik usus mereka yang mengonsumsi yoghurt setiap hari tidak pernah baik. Di duga keras bahwa bahkan jika laktobasilus di dalam yoghurt dapat mencapai usus hidup-hidup, mereka tidak mengakibatkan usus bekerja lebih baik, malah hanya mengacaukan flora usus.
Lalu, mengapa banyak orang yang merasa bahwa yoghurt efektif dalam memperbaiki kesehatan mereka? Bagi banyak orang, yoghurt seolah “menyembuhkan” konstipasi. Namun, “penyembuhan” ini sesungguhnya adalah suatu kasus diare ringan. Beginilah hal ini mungkin bekerja: Orang dewasa tidak memiliki cukup enzim yang menguraikan laktosa. Laktosa adalah gula yang terdapat di dalam produk-produk susu, tetapi laktase, yaitu enzim yang menguraikan laktosa, mulai berkurang jumlahnya dalam tubuh kita selama kita tumbuh dewasa. Kalau dipikir, hal ini cukup alami karena susu adalah sesuatu yang diminum oleh balita, bukan orang dewasa. Dengan kata lain, laktase adalah enzim yang tidak diperlukan oleh orang dewasa.

Yoghurt mengandung banyak laktosa. Oleh karenanya, pada saat Anda mengonsumsi yoghurt, yoghurt tidak dapat dicerna dengan baik akibat kurangnya enzim laktase, yang kemudian berakibat pada kesulitan mencerna. Pendeknya, banyak orang yang mengalami diare ringan jika mereka mengonsumsi yoghurt. Akibatnya, diare ringan ini, yang sesungguhnya adalah ekskresi kotoran stagnan yang selama itu terakumulasi dalam usus besar, secara keliru dianggap sebagai pengobatan terhadap konstipasi.

Kondisi usus Anda akan memburuk jika Anda mengonsumsi yoghurt setiap hari. Dapat katakan hal ini dengan yakin berdasarkan hasil pengamatan klinis. Jika Anda mengonsumsi yoghurt setiap hari, bau kotoran dan gas Anda akan menjadi semakin tajam. Inilah suatu indikasi bahwa lingkungan usus Anda semakin memburuk. Alasan timbulnya bau tersebut adalah karena racun tengah diproduksi di dalam usus besar. Oleh karena itu, walaupun banyak orang membicarakan efek-efek kesehatan yoghurt secara umum (dan perusahaan-perusahaan yoghurt dengan senang hati menggembar-gemborkan produk mereka), dalam kenyataannya, banyak hal menyangkut yoghurt yang tidak baik bagi tubuh Anda.

Seperti yang telah dikemukakan di depan, kini kita telah memasuki suatu masa saat kita harus menjaga kesehatan kita sendiri. Daripada hanya menerima informasi yang diberikan seseorang kepada Anda, kebenarannya juga perlu dipastikan dengan menguji informasi itu pada tubuh Anda sendiri.
Saat mengatakan Anda harus mengujinya dengan tubuh Anda sendiri, maksudnya bukan hanya dengan memakan atau mencoba sesuatu yang lain. Orang yang percaya bahwa yoghurt menghilangkan konstipasi karena menyebabkan diare tidak melihat keseluruhan gambarannya. Mengujinya dengan tubuh Anda sendiri berarti pertama-tama mendengarkan nasihat terbaik yang bisa Anda dapatkan, kemudian mempraktikkannya, dan akhirnya memeriksakan saluran pencernaan Anda secara teratur kepada seorang dokter terpercaya. Dengan cara ini, Anda akan dapat mengonfirmasi atau menolak hasil-hasil nasihat orang lain. Jika Anda berniat menjalani praktik Diet dan Gaya Hidup Keajaiban Enzim, disarankan untuk melakukan pemeriksaan endoskopi sebelum Anda mulai melaksanakannya, dan melakukannya sekali lagi setelah dua atau tiga bulan. Tanpa diragukan, Anda akan melihat perubahan-perubahan dramatis yang baik dalam karakteristik lambung dan usus Anda.
Agar dapat menjalani hidup berumur panjang dan sehat, janganlah disesatkan oleh suara-suara yang datang dari luar, condongkanlah kepala Anda dan dengarkanlah suara-suara yang datang dari tubuh Anda sendiri.

Disarikan dari buku Keajaiban Enzim (The Miracle of Enzyme) karangan dr. Hiromi Shinya, MD

Nah daripada kita mengkonsumsi yang belum jelas baik untk pencernaan kita, mengapa tidak menggunakan madu untuk kebaikan pencernaan kita? Madu adalah zat dari Atas yang jelas terbukti disebutkan dalam kitab suci semua agama. Untuk pemilihan madu, pastikan yang kualitasnya sudah teruji seperti Clover Honey High Desert.

Manfaat Madu
Meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan serta menghambat bakteri yang merugikan
~ Madu membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri bifido yang merupakan bakteri yang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.
~ Membantu menghambat bakteri yang merugikan seperti Helicobacter pylori, yang dapat menyebabkan tukak pada lambung.

Memperbaiki dan melindungi sistem pencernaan
~ Efektif dalam mengatasi diare, dengan cara membantu penyerapan elektrolit dan air, serta dapat menghambat bakteri E.coli yang menyebabkan diare.
~ Membantu memperlancar buang air besar, sehingga dapat membantu mengatasi konstipasi/sembelit.
~ Beberapa penelitian membuktikan bahwa madu dapat membantu mengatasi tukak (luka) pada lambung serta membantu melindungi lambung dari risiko terjadinya iritasi yang disebabkan karena mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan tertentu.

Tags: ,

No comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Makan Sesuai dengan Pandangan Umum Bisa Membahayakan Tubuh

Jika mengkaji ulang apa yang kita pikir sesuai dengan akal sehat sehubungan dengan makanan dan pencernaan, kita melihat bahwa banyak hal yang pada umumnya kita anggap baik untuk tubuh sesungguhnya bekerja melawan mekanisme alami tubuh.
Ambillah, sebagai contoh, makanan yang dianggap baik untuk orang sakit. Sup ayam adalah makanan bagi orang sakit yang paling banyak disukai di Amerika Serikat. Makanan hambar, seperti roti tawar putih dan puding, dianggap baik bagi pasien tukak lambung. Jika Anda dirawat di rumah sakit di Jepang, apa pun kondisi Anda, rumah sakit akan segera memberi Anda makan bubur nasi. Rumah sakit percaya bahwa mereka berlaku penuh perhatian terhadap pasien-pasien mereka, terutama kepada mereka yang baru saja menjalani pembedahan internal, dengan mengatakan, “Mari kita mulai makanan Anda dengan bubur beras agar kita tidak memberi tekanan terlalu banyak pada lambung dan usus Anda”. Akan tetapi, ini adalah sebuah kesalahan besar.
Dr Hiromi Shinya memberi pasien-pasiennya makanan biasa sejak awal, bahkan jika mereka baru menjalani operasi lambung. Jika mengerti bagaimana enzim bekerja, Anda akan segera mengerti mengapa makanan–yang-tidak-diproses lebih baik daripada bubur.
Makan–yang–tidak–diproses lebih baik karena Anda harus mengunyahnya dengan baik. Mengunyah menstimulasi sekresi air liur. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat dalam air liur, jika tercampur dengan makanan selama dikunyah, meningkatkan pencernaan dan penyerapan karena penguraian makanan berlangsung dengan lancar. Sedangkan bubur pada dasarnya sudah lembut, dapat ditelan tanpa dikunyah dengan baik. Bubur tidak dapat dicerna dengan baik karena tidak banyak enzim yang tercampur di dalamnya, sementara makanan normal yang terkunyah dengan baik juga dapat dicerna dengan baik.
Dr Hiromi Shinya bahkan pernah menyajikan sushi biasa untuk makan siang bagi pasien tiga hari setelah mereka menjalani operasi lambung. Tetapi dia menginstruksikan mereka untuk “mengunyah setiap suapan dengan baik sebanyak 70 kali”. Mengunyah dengan baik sangatlah penting, dan tidak hanya bagi orang sakit. Agar dapat menjalankan proses pencernaan dan penyerapan dengan lancar, dianjurkan setiap orang, bahkan mereka yang tidak menderita masalah pencernaan apa pun, untuk secara sadar mengunyah setiap suapan 30-50 kali setiap kali makan.

Sumber: “The Miracle of Enzyme”, dr. Hiromi Shinya MD, guru besar Fakultas Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS

Tags: , ,

No comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Tiada Lemak yang Lebih Buruk daripada Margarin

Jenis makanan yang paling mudah teroksidasi adalah minyak. Dalam dunia alami, lemak terdapat dalam biji-bijian berbagai jenis tanaman. Oleh karena beras juga disebut ”biji-bijian”, banyak minyak tanaman yang ditemukan dalam beras coklat. Yang biasa kita sebut “minyak”, dihasilkan dari biji-bijian tumbuhan. Ada banyak jenis minyak goreng, seperti minyak canola, minyak zaitun, minyak wijen, minyak biji kapas, minyak jagung, dan minyak biji anggur, tetapi hanya bagian minyaknya yang disaring secara tidak alami.
Pada masa lalu, minyak biasanya diperas melalui sebuah proses kompresi primitif dengan menggunakan mesin, tetapi akhir-akhir ini, hanya sedikit produsen yang masih menggunakan proses kompresi ini. Mengapa? Tidak hanya karena proses ini memakan waktu dan membutuhkan banyak tenaga kerja, tetapi juga karena banyak minyak yang terbuang. Terlebih lagi, karena suhu panas tidak ditambahkan pada tahap pemerasan, kualitas minyak yang dihasilkan lebih cepat berubah daripada yang diproduksi dengan metode lain.
Saat ini, kebanyakan minyak yang pada umumnya dijual di pasaran diproduksi dengan suatu metode ekstrasi kimiawi, yaitu mereka mencapurkan suatu larutan kimia yang disebut heksana ke dalam bahan baku mentah, yang menyebabkan campuran keruh itu panas. Minyak kemudian disaring dengan cara menguapkan hanya larutan kimia yang dicampurkan dengan menggunakan tekanan dan suhu tinggi. Dengan metode ini, minyak yang terbuang lebih sedikit; dan karena minyak tersebut dipanaskan, kualitasnya lebih sulit berubah. Namun, minyak yang disaring dengan metode ini berubah menjadi asam lemak trans, atau lemak trans, yaitu suatu unsur yang sangat merusak tubuh.
Asam lemak trans tidak terdapat di alam dan dikabarkan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, pada saat yang sama menurunkan kolesterol baik. Asam lemak trans juga menyebabkan kanker, hipertensi, dan penyakit jantung, juga masalah-masalah kesehatan lain. Di negara-negara Barat, ditentukan suatu titik maksimum bagi kadar asam lemak trans yang boleh terdapat dalam makanan, dan semua yang melebihi titik tersebut dilarang untuk dijual. Pada akhir 2006, Dewan Kesehatan Kota New York memutuskan untuk melarang lemak trans di seluruh restoran di kota itu sejak Juli 2008.
Makanan yang mengandung paling banyak asam lemak trans adalah margarin. Banyak orang yang percaya bahwa minyak yang diekstrak dari sayuran, seperti margarin, tidak mengandung kolesterol, dan lebih baik bagi tubuh daripada lemak hewani seperti mentega. Itu adalah sebuah kesalahpahaman yang sangat besar. Kenyataannya, tidak ada jenis minyak yang lebih buruk bagi tubuh Anda daripada margarin. Saat dr. Shinya memberikan nasihat kepada para pasien mengenai makanan mereka, bahkan menyarankan untuk membuang jauh-jauh margarin yang ada di rumah mereka.
Minyak sayur berbentuk cair pada suhu ruangan karena mengandung banyak asam lemak tak jenuh. Di pihak lain, lemak hewan, walaupun juga merupakan sejenis minyak, berbentuk padat pada suhu ruangan karena banyak mengandung asam lemak jenuh. Margarin, walaupun terbuat dari minyak sayur, berbentuk padat pada suhu ruangan seperti halnya lemak hewan.
Margarin berbentuk seperti ini karena telah dihidrogenisasi dan secara tidak alami diubah dari asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Dalam pembuatan margarin, produsen memulai dengan minyak sayur yang dihasilkan dengan metode ekstraksi kimiawi dan oleh karena itu margarin mengandung lemak trans. Hidrogen kemudian ditambahkan, untuk secara sengaja mengubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Dengan demikian, di dalam margarin, Anda mendapatkan yang terburuk dari keduanya, lemak trans dari minyak sayur yang disaring secara kimiawi dan lemak jenuh seperti lemak hewan. Tidak ada minyak maupun lemak yang lebih buruk bagi tubuh Anda daripada margarin.
Shortening (mentega putih) adalah sejenis minyak lain yang mengandung jumlah asam lemak trans yang sama dengan margarine. Diduga, shortening sudah jarang digunakan untuk memasak di rumah belakangan ini, tetapi banyak shortening yang digunakan dalam produksi makanan seperti kue-kue kering dan camilan yang dijual di toko dan untuk memasak kentang goreng di restoran cepat saji. Asam lemak trans adalah alasan camilan dan makanan cepat saji begitu buruk bagi tubuh.

Disarikan dari buku Keajaiban Enzim (The Miracle of Enzyme) karangan dr. Hiromi Shinya, MD.

Tags: , ,

No comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Member/Distributor Baru Bulan April

Seperti biasa, saya ingin menyapa member baru yang bergabung di bulan April ini, yaitu Bapak Akhmad Yani di Samarinda. Wah, senang ya Pak, bisa mendapat kesembuhan dalam waktu yang cukup singkat, itu juga karena Bapak yang mau mematuhi saran-saran dan dosis yang sudah dianjurkan, semoga pembuktian pak Akhmad terhadap produk-produk luar biasa dari High Desert, bisa membantu Bapak untuk selalu menjaga kesehatan diri dan seluruh keluarga, kerabat, dan rekan-rekan di kantor ya pak? Terima kasih atas kepercayaannya.

Untuk rekan kerja dan pembaca semuanya, terima kasih juga and…..I love you all….

Salam,
Dewi (admin)

Tags:

No comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Yang Umum Yang Sehat?

Apa iya sih? Semua hal yang umum pasti sehat? Seperti misalnya minum susu setiap hari? Atau makan keju?

Meski belum ada bukti dan laporan resminya, ga’ nyangka ya, hal yang biasa kita lakukan atau konsumsi sehari-hari bisa jadi pemicu penyakit yang lumayan mengganggu yaitu alergi. Seperti yang diungkapkan oleh dr. Hiromi Shinya, MD. Berdasarkan pengalaman beliau sendiri pada saat putra-putrinya mengalami keluhan serius akibat beralih mengkonsumsi susu olahan dan produk susu lainnya, setelah berhenti mendapat ASI. Hal tersebut cukup membuat beliau terpukul, karena sebagai dokter, dari semua tindakan dan penatalaksanaan medis yang sudah diberikan, tidak mampu mengatasi keluhan yang diderita putra-putrinya sendiri. Dan setelah melalui pengamatan yang mendalam, kemudian beliau mengambil tindakan yang sederhana, yaitu menghentikan pemberian produk susu olahan, yang secara mengejutkan, hasilnya semua keluhan lenyap. Dan akhirnya putra-putri dr. Shinya bisa kembali sehat dan bisa tumbuh normal tanpa mengkonsumsi prodak susu olahan, yang di duga saat ini juga menjadi penyebab berbagai gangguan kesehatan manusia.

Tidak berlebihan kiranya apa yang sudah disampaikan dr. Shinya. Apalagi kalau sudah membaca tulisan beliau – Keajaiban Enzim (The Miracle of Enzym) secara mendetail. Ternyata tidak semua yang lumrah dan umum, baik untuk dikonsumsi. Bahkan selain tidak bermanfaat, justru membahayakan tubuh kita. Mengingat saat ini, semua produk yang kita konsumsi, baik pada makanan dan minuman, oleh produsen dijadikan penghantar zat-zat kimiawi (radikal bebas) untuk masuk ke dalam tubuh manusia, demi kepentingan bisnis semata. Tidak terkecuali pada makanan pokok  harian seperti beras, sayur, buah, daging sapi dan ayam, bahkan ikan, yang tidak bisa kita hindari atau mau tidak mau harus mengkonsumsinya.

Dalam hal ini, kaitannya dengan produk suplemen alami dari High Desert, pemakaiannya sehari-hari, terutama Bee Pollen, dapat membantu mengeluarkan zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh kita, apalagi ada zat-zat tertentu yang tidak bisa diproses sendiri oleh tubuh, sehingga memerlukan bantuan suplemen alami dan aman untuk mengurangi dampak bahayanya. Jadi sudah saatnya kita mengevaluasi apa saja yang baik untuk dikonsumsi tubuh kita sendiri, tanpa pengaruh dari luar, meski umum untuk dikonsumsi. Karena yang paling tahu apa yang terbaik untuk tubuh kita, ya kita sendiri.

Tags: , , ,

No comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Susu Pemicu Alergi?

Artikel ini dimuat berdasarkan hasil pengamatan dari banyaknya kasus alergi baik pada balita sampai dewasa, yang dikonsultasikan ke redaksi kami. Jadi tidak ada muatan untuk menyudutkan pihak manapun, namun semata-mata mengutamakan kepentingan pasien, yang juga memiliki hak sebagai konsumen, yang sedang mengusahakan kesehatan untuk diri dan keluarga. Semoga menjadi masukan positif, bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi solusi kesehatan yang aman. Posting kali ini adalah tentang susu, yang disarikan dari tulisan dr. Hiromi Shinya MD, guru besar fakultas kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS. Semoga bermanfaat.

Nutrisi utama yang ditemukan dalam susu adalah protein, lemak, glukosa, kalsium, dan vitamin. Susu memang sangat populer karena mengandung banyak kalsium dan dianggap dapat mencegah osteoporosis.
Namun sesungguhnya, tidak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu. Karena susu adalah zat cair yang encer, sebagian orang meminumnya bagaikan air saat mereka haus. Ini adalah sebuah kesalahan besar. Kasein, yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga mencernanya menjadi sangat sulit. Terlebih lagi, dalam susu yang dijual di toko, komponen tersebut telah dihomogenisasi. Homogenisasi berarti meratakan kadar lemak dalam susu dengan cara mengaduknya. Saat susu diaduk, udara ikut tercampur di dalamnya dan mengubah komponen lemak dalam susu itu menjadi zat lemak teroksidasi, yaitu lemak dalam keadaan oksidasi lanjut. Dengan kata lain, susu homogen menghasilkan radikal bebas dan memberikan pengaruh yang sangat buruk bagi tubuh.

Susu yang mengandung lemak teroksidasi kemudian dipasteurisasi dalam suhu tinggi di atas 100°C. Enzim sangatlah sensitif terhadap panas, dan mulai hancur pada suhu 93,3 °C. Dengan kata lain, susu yang dijual di toko bukan saja tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya juga telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi. Dapat dikatakan, susu adalah jenis makanan yang terburuk.
Malah, dr. Hiromi Shinya MD pernah mendengar bahwa jika Anda memberikan susu yang dijual di toko kepada anak sapi dan bukan susu yang datang lansung dari induk sapi, anak sapi itu akan mati dalam empat atau lima hari. Hidup tidak dapat ditopang dengan makanan yang tidak mengandung enzim.

Susu Olahan Adalah Lemak Teroksidasi
Setelah minyak, jenis makanan yang paling mudah teroksidasi adalah susu olahan yang dibeli di toko. Sebelum diproses, susu mengandung banyak unsur yang baik. Contohnya, susu mengandung banyak jenis enzim, misalnya enzim yang menguraikan laktosa ; lipase, yang menguraikan lemak ; dan protease, enzim yang menguraikan protein. Susu dalam wujudnya yang alami juga mengandung laktoferin, yang dikenal memiliki efek antioksidan, anti-peradangan, antivirus, dan pengatur imunitas tubuh.
Namun, susu yang dijual di toko-toko telah kehilangan seluruh sifat baik ini melalui proses pengolahannya. Proses pengolahan susu adalah sebagai berikut. Pertama-tama, mesin pengisap dihubungkan dengan puting susu sapi untuk memerah susu, yang kemudian disimpan sementara dalam sebuah tangki. Susu segar yang dikumpulkan dari setiap peternakan kemudian dipindahkan ke tangki yang lebih besar lagi, tempat susu itu kemudian diaduk dan dihomogenisasi. Yang sebenarnya terhomogenisasi adalah butiran-butiran lemak yang ditemukan dalam susu segar.
Susu segar terdiri dari sekitar 4% lemak, tetapi sebagian besar lemak tersebut terdiri dari partikel-partikel lemak yang berbentuk butiran-butiran kecil. Semakin besar partikel lemak, semakin mudah mereka terapung. Jika susu segar dibiarkan, lemak akan menjadi sebuah lapisan krim di permukaan. Ketika sekali atau dua kali meminum susu botol pada saat masih kecil, dr. Hiromi Shinya MD ingat melihat sebuah lapisan krim lemak berwarna putih di bawah tutup botolnya. Saat itu, susu tidak dihomogenisasi, jadi partikel-partikel lemaknya mengapung ke permukaan pada saat proses transportasi.
Kini, sebuah mesin yang disebut mesin homogenisasi digunakan, dan secara mekanis partikel-partikel lemak pun dipecah menjadi lebih kecil. Hasil akhirnya adalah susu homogen. Namun, pada saat homogenisasi berlangsung, lemak susu yang terdapat dalam susu segar berikatan dengan oksigen sehingga mengubahnya menjadi lemak terhidrogenisasi (lemak teroksidasi). Lemak terhidrogenisasi berarti lemak yang telah terlalu banyak teroksidasi, atau dapat dikatakan telah berkarat. Seperti halnya semua lemak terhidrogenisasi, lemak dalam susu homogen buruk bagi tubuh.
Namun, proses pengolahan susu belum selesai sampai di situ. Sebelum dipasarkan, susu homogen harus dipasteurisasi dengan panas untuk menekan berkembang biaknya berbagai kuman dan bakteri.

Metode yang paling banyak digunakan di dunia adalah proses pasteurisasi suhu tinggi waktu singkat dan suhu sangat tinggi waktu singkat. Saya akan mengatakan hal ini berulang-ulang : Enzim sensitif terhadap panas dan mulai terurai pada suhu 48°C; pada suhu 115°C, enzim sudah hancur seluruhnya. Oleh karena itu, terlepas dari lama waktu yang digunakan dalam pemrosesan, pada saat suhu mencapai 130°C, enzim telah hampir seluruhnya rusak.
Terlebih lagi, jumlah lemak yang teroksidasi meningkat lebih banyak lagi pada suhu sangat tinggi dan suhu tinggi mengubah kualitas protein yang terdapat dalam susu. Sama halnya seperti kuning telur yang lama direbus mudah pecah, perubahan yang serupa pun terjadi pada protein susu. Laktoferin, yang sensitif terhadap panas, juga rusak..

Susu Sapi pada Dasarnya Memang untuk Anak Sapi
Nutrisi yang terdapat dalam susu cocok untuk anak sapi yang tengah berkembang. Yang penting bagi pertumbuhan anak sapi belum tentu berguna bagi manusia. Terlebih lagi, dalam dunia alami, hewan yang minum susu hanyalah bayi yang baru lahir. Tidak ada mamalia yang minum susu setelah dewasa (kecuali Homo sapiens). Inilah cara kerja alam. Hanya manusia yang dengan sengaja mengambil susu dari spesies lain, mengoksidasi, dan meminumnya. Ini bertentangan dengan hukum alam.
Di Jepang dan Amerika Serikat, anak-anak didorong untuk minum susu saat makan siang di sekolah karena susu yang kaya nutrisi dianggap baik untuk anak-anak yang tengah tumbuh. Namun, siapa pun yang menganggap bahwa susu sapi dan air susu ibu manusia adalah sama, tentunya sangat salah.
Jika Anda mendata berbagai nutrisi yang ditemukan baik dalam susu sapi maupun dalam ASI, keduanya memang sangat serupa. Nutrisi seperti protein, lemak, laktosa, zat besi, kalsium, fosfor, natrium, kalium dan vitamin, ditemukan dalam keduanya. Namun, kualitas dan jumlah nutrisi ini sangat berbeda.
Komponen protein utama yang ditemukan dalam susu sapi disebut kasein. dr. Hiromi Shinya MD pernah menyinggung fakta bahwa protein ini sangat sulit dicerna dalam sistem pencernaan manusia. Sebagai tambahan, susu sapi juga mengandung bahan antioksidan laktoferin, yang memperkuat fungsi sistem kekebalan tubuh. Namun, laktoferin yang terdapat dalam ASI adalah 0,15% sementara yang terdapat dalam susu sapi hanya 0,01%.
Tampaknya, bayi-bayi yang baru lahir dari spesies yang berbeda membutuhkan jumlah dan rasio nutrisi yang berbeda pula.

Dan bagaimana dengan orang dewasa?
Laktoferin menjadi contohnya. Laktoferin dalam susu sapi terurai dalam asam lambung, maka bahkan jika Anda minum susu segar yang belum diproses menggunakan suhu tinggi, laktoferin di dalamnya akan terurai dalam lambung. Begitu pula halnya dengan laktoferin yang terdapat dalam ASI. Seorang bayi manusia yang baru lahir dapat menyerap laktoferin dari ASI dengan baik karena lambungnya masih belum berkembang sempurna, dan karena sekresi asam lambungnya hanya sedikit, laktoferin pun tidak terurai. Dengan kata lain, ASI manusia memang tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi oleh manusia dewasa.
Susu sapi, walaupun sebagai susu segar yang masih mentah, bukanlah makanan yang cocok bagi manusia. Kita mengubah susu segar, yang pada dasarnya memang tidak baik bagi kita, menjadi makanan buruk dengan cara homogenisasi dan pasteurisasi pada suhu tinggi. Kemudian, kita memaksa anak-anak kita untuk meminumnya.

Satu masalah lain adalah orang-orang dari kebanyakan kelompok etnis tidak memiliki cukup banyak enzim laktase untuk menguraikan laktosa. Kebanyakan orang memiliki cukup banyak enzim ini pada saat masih bayi, tetapi kemudian berkurang seiring dengan usia. Pada saat orang-orang ini minum susu, mereka mengalami berbagai gejala seperti perut bergemuruh atau diare, yang merupakan hasil ketidakmampuan tubuh mereka mencerna laktosa. Orang-orang yang benar-benar tidak memiliki laktase atau jumlah enzimnya benar-benar rendah disebut tidak tahan laktosa. Hanya sedikit orang yang benar-benar tidak tahan laktosa, tetapi sekitar 90% dari bangsa Asia ; 75% dari bangsa Hispanic, Indian Amerika, dan kulit hitam Amerika, begitu pula 60% orang dari berbagai kebudayaan di Mediterania dan 15% masyarakat keturunan Eropa Utara tidak memiliki cukup banyak enzim ini.

Laktosa adalah zat gula yang hanya terdapat dalam susu mamalia. Susu hanya untuk diminum oleh bayi-bayi yang baru lahir. Walaupun banyak orang dewasa yang kekurangan laktase, pada saat baru dilahirkan, semua bayi yang sehat memiliki cukup banyak enzim tersebut untuk kebutuhan mereka. Terlebih lagi, kadar laktosa dalam ASI adalah sekitar 7%, sementara dalam susu sapi hanya 4,5%.
Oleh karena manusia pada saat bayi mampu minum ASI yang kaya akan laktosa tetapi berakhir dengan menghilangnya enzim tersebut setelah dewasa, dr. Hiromi Shinya MD yakin inilah cara alam untuk mengatakan bahwa susu bukan untuk diminum oleh orang dewasa.

Susu Menyebabkan Peradangan
dr. Hiromi Shinya MD pertama kali mengetahui betapa buruknya efek susu bagi tubuh lebih dari 35 tahun lalu, ketika anak-anak beliau sendiri menderita dermatitis atopik (radang kulit parah) pada usia enam atau tujuh bulan.
Sang ibu sudah menuruti segala instruksi yang diberikan oleh dokter anak, tetapi betapapun banyaknya perawatan yang mereka terima, radang kulit anak-anak itu sama sekali tidak membaik. Lalu, pada usia sekitar tiga atau empat tahun, anak-anak beliau mulai mengalami diare parah. Dan pada akhirnya, bahkan mulai mengeluarkan darah bersama kotorannya. Setelah memeriksanya dengan endoskop, dr. Hiromi Shinya MD menemukan bahwa si balita menunjukkan tanda-tanda awal kolitis ulserativa (radang parah dengan tukak di dalam usus besar).
Oleh karena tahu bahwa kolitis ulserativa berhubungan erat dengan makanan seseorang, dr. Hiromi Shinya MD pun memfokuskan pada jenis makanan yang biasa dimakan oleh anak-anaknya. Ternyata, tepat pada saat anak-anak mulai menderita dermatitis atopik, istri dr. Hiromi Shinya MD telah berhenti menyusui dan mulai memberi mereka susu di bawah arahan dokter anak. Mereka pun menyingkirkan semua susu dan produk susu dari makanan anak-anak sejak saat itu. Tentu saja, kotoran berdarah dan diare, bahkan dermatitis atopik, semua menghilang.

Setelah mengalami hal ini, dr. Hiromi Shinya MD menanyakan kepada pasien-pasiennya tentang sejarah kebiasaan makan mereka, dan mulai mengumpulkan daftar lengkap berapa banyak susu dan produk susu yang mereka konsumsi. Menurut data klinis beliau, terdapat kemungkinan besar terbentuknya kecenderungan timbulnya alergi dari mengonsumsi susu dan produk-produk susu. Hal ini sesuai dengan penelitian mengenai alergi baru-baru ini yang melaporkan bahwa jika wanita hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik.
Selama 30 tahun terakhir di Jepang, jumlah pasien penderita dermatitis atopik dan alergi serbuk meningkat secara dramatis. Jumlahnya pada saat ini mungkin hampir sebanyak satu dari setiap lima orang. Begitu banyak teori yang berusaha menjelaskan mengapa terjadi peningkatan yang begitu cepat dalam jumlah orang yang menderita alergi, tetapi saya percaya bahwa penyebab paling utama adalah diperkenalkannya susu dalam menu makan siang di sekolah pada awal era 1960-an.

Susu, yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi, mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus kita. Sebagai akibatnya, racun-racun seperti radikal bebas, hidrogen sulfida, dan amonia diproduksi dalam usus. Penelitian mengenai proses apa saja yang dialami racun-racun ini dan penyakit-penyakit jenis apa saja yang dapat timbul masih berlangsung. Namun, beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa susu tidak hanya menyebabkan berbagai alergi, tetapi juga dihubungkan dengan diabetes pada anak-anak.

Tags: ,

6 Comments
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Produk Baru HD Royale Whitening Toothpaste

Tags: , ,

1 Comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

TAHUN KE DUA, member bulan Maret

Bulan ini, dua tahun yang lalu tepatnya tanggal 8 Maret 2008, saya resmi bergabung sebagai distributor prodak-prodak High Desert. Belum banyak memang yang saya peroleh – secara materi – seperti yang seharusnya sudah di peroleh distributor lainnya dengan peringkat yang sama, seperti yang sudah saya capai. Hal tersebut di atas bisa jadi disebabkan, karena dalam menjalankan bisnis ini masih banyak prosedur dan sistem yang belum saya terapkan dengan benar, sehingga dibanding distributor yang lain, bonus yang saya peroleh belum seberapa…….he..he..he...

Namun ada satu “bonus” yang pasti dan lebih besar yang sudah saya peroleh dari dua tahun menekuni bisnis ini, yaitu saya mendapat “saudara” baru yang semakin luas tersebar dari ujung timur sampai ujung barat Indonesia. Baik yang sudah bergabung sebagai member atau hanya konsumen saja, meski sebagian besar belum pernah bertemu wajah. Saya sangat bersyukur, ini lebih dari sekedar bonus materi, dan saya bangga atas pencapaian ini, bahkan menjadi alasan tersendiri untuk saya bertahan di bisnis ini, meski tidak mudah dan penuh tantangan. Semoga di masa yang akan datang senantiasa menjadi jalinan silaturrahim yang bermanfaat dan sehat bagi semuanya, dengan terus meningkatkan pelayanan semaksimal mungkin yang saling menguntungkan. Dan tak lupa saya mohon maaf bila ada pelayanan yang tidak nyaman yang pernah saya lakukan.

Menambah rasa syukur, di tepat dua tahun menjalani bisnis ini, saya ingin sampaikan sapaan hangat kepada member baru yang bergabung di bulan Maret ini. Yang pertama, dari kampung halaman sendiri ni, Bp. Cholil Muchsin dan Ibu, semoga masa usia lanjutnya semakin sehat dan bahagia dengan dukungan prodak-prodak High Desert ya? Kemudian ada Ibu Dora Elvina (ci Lala) di Comal, senangnya bisa bantu Ibu andalan menemukan solusi untuk menjaga kesehatan seluruh keluarga, salam hangat untuk keluarga ya Ci….. Selanjutnya, saya ucapkan selamat dan sukses untuk rekan saya yang luar biasa, Ibu Reri Yulika di Depok, yang sudah bisa membangun jaringan sendiri, dengan memproses keanggotaan dari Ibu Mona Camellia dan Ibu Yeni Pancawati di Depok, juga Ibu Sri Yamawati di Jakarta. Sekali lagi selamat ya Bu Reri, baru saya kasih sedikit ilmunya saja sudah hebat, apalagi kalau saya kasih semua ya? Sukses ya Bu………

Untuk semuanya, terima kasih atas kepercayaannya….and I love you all….

Salam Hangat,

Dewi (admin)

Tags:

No comment
Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain