Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Sehat dan Sejahtera dengan Madu High Desert

Makan Sesuai dengan Pandangan Umum Bisa Membahayakan Tubuh

Jika mengkaji ulang apa yang kita pikir sesuai dengan akal sehat sehubungan dengan makanan dan pencernaan, kita melihat bahwa banyak hal yang pada umumnya kita anggap baik untuk tubuh sesungguhnya bekerja melawan mekanisme alami tubuh.
Ambillah, sebagai contoh, makanan yang dianggap baik untuk orang sakit. Sup ayam adalah makanan bagi orang sakit yang paling banyak disukai di Amerika Serikat. Makanan hambar, seperti roti tawar putih dan puding, dianggap baik bagi pasien tukak lambung. Jika Anda dirawat di rumah sakit di Jepang, apa pun kondisi Anda, rumah sakit akan segera memberi Anda makan bubur nasi. Rumah sakit percaya bahwa mereka berlaku penuh perhatian terhadap pasien-pasien mereka, terutama kepada mereka yang baru saja menjalani pembedahan internal, dengan mengatakan, “Mari kita mulai makanan Anda dengan bubur beras agar kita tidak memberi tekanan terlalu banyak pada lambung dan usus Anda”. Akan tetapi, ini adalah sebuah kesalahan besar.
Dr Hiromi Shinya memberi pasien-pasiennya makanan biasa sejak awal, bahkan jika mereka baru menjalani operasi lambung. Jika mengerti bagaimana enzim bekerja, Anda akan segera mengerti mengapa makanan–yang-tidak-diproses lebih baik daripada bubur.
Makan–yang–tidak–diproses lebih baik karena Anda harus mengunyahnya dengan baik. Mengunyah menstimulasi sekresi air liur. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat dalam air liur, jika tercampur dengan makanan selama dikunyah, meningkatkan pencernaan dan penyerapan karena penguraian makanan berlangsung dengan lancar. Sedangkan bubur pada dasarnya sudah lembut, dapat ditelan tanpa dikunyah dengan baik. Bubur tidak dapat dicerna dengan baik karena tidak banyak enzim yang tercampur di dalamnya, sementara makanan normal yang terkunyah dengan baik juga dapat dicerna dengan baik.
Dr Hiromi Shinya bahkan pernah menyajikan sushi biasa untuk makan siang bagi pasien tiga hari setelah mereka menjalani operasi lambung. Tetapi dia menginstruksikan mereka untuk “mengunyah setiap suapan dengan baik sebanyak 70 kali”. Mengunyah dengan baik sangatlah penting, dan tidak hanya bagi orang sakit. Agar dapat menjalankan proses pencernaan dan penyerapan dengan lancar, dianjurkan setiap orang, bahkan mereka yang tidak menderita masalah pencernaan apa pun, untuk secara sadar mengunyah setiap suapan 30-50 kali setiap kali makan.

Sumber: “The Miracle of Enzyme”, dr. Hiromi Shinya MD, guru besar Fakultas Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS

RSS 2.0 | Trackback | Comment

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>