Bahagia, Sukses dan Sehatkan Orang Lain

Sehat dan Sejahtera dengan Madu High Desert

Kanker Pada Wanita

Salah satu penyebab hilangnya nyawa manusia dengan mudah itu karena informasi yang berkaitan dengan kanker serviks belum dapat menjangkau seluruh masyarakat, terutama wanita. Padahal, semua wanita berisiko terkena kanker yang menyerang organ utama mereka.
Menurut hasil penelitian, penyebab kanker tersering pada wanita (setelah kanker payudara) adalah tiga bersaudara : Kanker Ovarium (kanker indung telur), kanker servik (kanker leher rahim) dan Kanker Uterus (kanker rahim). Reproduksi wanita terdiri dari : 2 indung telur (ovarium), 2 tuba fallopi, rahim (uterus), servik dan vagina.

Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur)

Merupakan kanker bagian kandungan yang paling sering terjadi, yang diduga disebabkan karena meningkatnya tingkat kemakmuran pada wanita sehingga mereka enggan untuk melahirkan anak. Tercatat sejumlah 190.000 kasus di dunia dengan angka kematian hingga 115.000.

Faktor Resiko:
- Riwayat Keluarga
- Riwayat Reproduksi : Mentruasi dini, tidak pernah melahirkan, memiliki anak di atas usia 30 tahun dan menopause di bawah umur 50 tahun

Gejala Kanker Ovarium:
- TIDAK ADA !
- Perut terasa penuh, tidak nyaman dan perut menegang.
- Susah BAB (buang air besar),  kehilangan nafsu makan/penurunan berat badan
- Kaki membengkak

Penanganan Kanker Ovarium (tergantung pada stadium), antara lain:
- Operasi (stadium awal)
- Kemoterapi (tambahan terapi pada stadium awal)
- Radiasi (tambahan terapi untuk stadium lanjut)

Apakah ada skrining test untuk Kanker Ovarium? TIDAK ADA !
Kanker ovarium tidak akan menunjukkan gejala hingga penyakit sudah berkembang lanjut, gejala yang ada sangat umum dan tidak spesifik.
Resiko Kanker Ovarium dapat dicegah dengan : Mengandung, Menyusui dan Mengangkat Ovarium/Indung telur (terutama pada wanita yang beresiko tinggi pada riwayat keluarga)

Sedang dikembangkan penelitian mengenai skrining tes untuk kanker ovarium, antara lain:
- Pemeriksaan pelvis
- USG pelvis
- Tumor marker : CA 125

Kanker Servik (Kanker Leher Rahim)

KANKER leher rahim atau yang lebih dikenal dengan nama kanker serviks merupakan penyakit nomor satu yang membunuh kaum Hawa di Indonesia. Setiap tahun, terdapat 15 ribu kasus baru dan delapan ribu di antaranya meninggal dunia. Bahkan, satu perempuan meninggal setiap jam karena penyakit ini.
Pada awalnya kanker servik menduduki peringkat pertama dalam kasus kanker kebidanan dan kandungan, namun sejak ditemukannya pencegahan dan deteksi skrining awal, kini jumlah penderita kanker servik semakin menurun.  Tercatat sejumlah 500.000 kasus di seluruh dunia dengan tingkat kematian hingga 250.000

Faktor resiko terjadinya servik kanker :
- Memiliki hubungan seksual dengan lebih dari satu orang
- Berhungan seksual di usia awal
- Pernah atau baru terinfeksi HPV, kondiloma atau keduanya
- Pengguna immunosuppressan, contohnya adalah pada mereka dengan transplantasi ginjal
- Riwayat merokok atau kecanduan terhadap zat-zat lain
- Adanya displasia servikal, endometrium, vagina atau kanker vulva

Jika hasil patologi ditemukan Cervical Intra-epithelial Neoplasia (CIN), adalah sel servik yang berubah menjadi pre-kanker, dapat menjadi kanker jika tidak segera ditangani.

Gejala kanker servik:
- Terjadi perdarahan vagina pada masa menopause atau pada saat menstruasi.
- Darah berbau amis keluar dari vagina
- Nyeri, perdarahan setelah hubungan seksual
- Teraba ada massa di vagina

Penanganan kanker servik:
- Operasi Radikal : Mengangkat servik dan rahim sekaligus kelenjar limpa sekitarnya
- Operasi plus kemoradiasi
- Kemoterapi – radiasi

Menurut hasil penelitian, pada penderita kanker servik ditemukan adanya latar belakang pernah terinfeksi Human Papiloma Virus (HPV). Hingga hampir 80% penderita kanker servik adalah pernah terpapar virus HPV tipe 16, 18, 31 dan 45. Khusus untuk HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker servik hampir pada 70% penderita, telah ditemukan vaksinasi pencegahannya yang dikenal dengan Gardasil®, diberikan suntikan selama 3 kali dalam kurun waktu 6 bulan. Perlu diingat bahwa vaksinasi ini tidak mencegah semua tipe kanker servik, tidak bisa untuk penanganan kanker servik dan atau luka vagina yang lain.

Kanker Rahim (kanker uterus)

Kanker Rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat di mana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.

Faktor resiko terjadinya kanker rahim:
- Lanjut usia
- Kegemukan (termasuk contohnya pada penderita Diabetes)
- Menstruasi pertama di usia dini, Menopause yang terlambat.
- Belum pernah hamil
- Stimulasi estrogen berlebihan (dari dalam tubuh sendiri atau berasal dari  luar tubuh)
- Riwayat kanker keluarga (berhubungan dengan kanker usus besar – Lynch Syndrome)

Banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa kadar estrogen sangat memainkan peran dalam perkembangan kanker rahim. Selama kehamilan, produksi hormon estrogen meningkat dengan diiringi peningkatan hormon progesteron juga. Wanita dengan produksi estrogen yang tinggi tanpa diimbangi dengan peningkatan produksi progesteron dapat meningkatkan faktor resiko terjadi kanker rahim/endometrium.

Tanda dan gejalanya:
- Perdarahan setelah menopause
- Siklus menstruasi yang tidak teratur
- Perdarahan diantara periode menstruasi
- Tercium bau yang tidak biasanya (amis) dari vagina
- Stadium lanjut : nyeri pinggang, nyeri pada saat buang air kecil dan hubungan seksual serta nyeri perdarahan pada saat buang air besar.

Kanker rahim dapat ditangani dengan sukses apabila terdiagnosa di awal, terutama bila ditemukan adanya gejala-gejala tidak lazim, segera tegakkan diagnosa.

Penanganan Kanker Rahim:
- Operasi, bisa dilakukan operasi secara partial histerektomi (pengangkatan rahim sebagian) dan radikal histerektomi (pengangkatan seluruh rahim)
- Terapi tambahan : radiasi dan atau kemoterapi diperlukan apabila kanker sudah menyebar ke jaringan sekitarnya (metastasis) . Radiasi dapat mencegah kambuhnya kembali kanker rahim.

Saran pada wanita muda:
- Bersekolah, bekerja dan atau menikah
- Mempertahankan kesuburan / kapan mendapatkan anak
- Apakah seks sangat penting, harus atau tidak dilakukan di usia muda
- Memperhatikan riwayat kanker pada keluarga
- Memperhatikan harapan hidup secara keseluruhan  

HD Four Stars Suplemen Untuk Penderita Kanker

High Desert Four Stars yang terdiri dari HD Liquid Royale Jelly, HD Bee propolis, HD Pollenergy 520, dan HD Clover Honey diyakini mampu berperan sebagai suplemen makanan yang dapat membantu penderita kanker.

Royale Jelly berguna membantu proses regenerasi sel-sel yang rusak. Selain mempercepat proses perbaikan sel rusak akibat radikal bebas, Royale Jelly juga menghambat perkembangan sel-sel yang rusak.
Bee Propolis akan membantu tingkatkan sistem imun tubuh dan mengurangi peradangan. Bee Propolis mengandung bioflavanoid, senyawa antioksidan yang sangat kuat. Bioflavanoid berguna sebagai anti mikroba, anti sel kanker, dan anti toksin. Kinerja bioflavanoid didukung oleh vitamin C dan E sehingga sangat efektif meningkatkan daya tahan tubuh.

Bee Pollen dan Clover Honey akan memberikan tambahan energi. Bee Pollen mengandung polyfenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan mineral juga dapat mengaktifkan antioksidan primer dalam tubuh. Vitamin C, E, dan betakarotennya juga mampu melumpuhkan radikal bebas. Produk ini juga bermanfaat meningkatkan metabolisme tubuh dan melancarkan perdaran darah sehingga efektif membantu mempercepat proses penyembuhan. Clover Honey juga memiliki kandungan mineral yang tinggi dan monosakarida yang terdapat di dalamnya mudah diserap usus sehingga memberikan energi selama proses penyembuhan. Produk-produk High Desert dapat dikonsumsi bersama dengan obat-obatan medis.

Setiap kali seseorang divonis mengidap kanker, entah kanker apapun, terlintas bahwa harapan hidup tinggal setipis kertas. Padahal, menurut WHO, sepertiga hingga setengah dari semua jenis kanker bisa disembuhkan apabila mendapat penanganan tepat, salah satunya dengan mengkonsumsi nutrisi yang tepat. Dengan mengkonsumsi HD Four Stars, telah banyak terbukti membantu penderita kanker bisa bertahan menjalani pengobatan dokter terutama dalam mengatasi efek kemoterapi dan radiasi yang seringkali menyakitkan.

Sumber: – internet, – Harmony Juni ’2008

RSS 2.0 | Trackback | Comment

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>